-Author :
Kim Shira (pengarang) dan Kim Rulnia (penulis)
-Main Cast :
Kim Kibum, Kim Shira, Lee Donghae, Kim Rulnia, kyuhyun, Yesung,
-Supporting Cast :
Im Noo Mee (Nova aulia), Park Yun Rhi (wahyuni), Baek Jun Wea (Wafa), Wookie, Sungmin, Ryeewok, Siwon.
-Genre :
Romatic, love, friendship
Kim Shira (pengarang) dan Kim Rulnia (penulis)
-Main Cast :
Kim Kibum, Kim Shira, Lee Donghae, Kim Rulnia, kyuhyun, Yesung,
-Supporting Cast :
Im Noo Mee (Nova aulia), Park Yun Rhi (wahyuni), Baek Jun Wea (Wafa), Wookie, Sungmin, Ryeewok, Siwon.
-Genre :
Romatic, love, friendship
******
“shican !” teriak rul sambil menghampiri shi yang sudah menunggu di depan kelasnya. “LARI !!!” lanjutnya sambil menarik shi.
Dibelakangnya tampak yeoja-yeoja yg sedang mengejarnya.
“hyaa , rulnia, beritahu aku tentang yeppa !!!” teriak 1 diantara yeoja-yeoja itu. “rulnia, yeppa untukku !!” “rulnia …. Aku ingin tau tentang yeppa !!!” teriak yang lain.
Rul dan shi berlari dan bersembunyi dibelakang gudang sampai teman-temannya pergi. Rul pun mengintip sedikit demi sedikit, dan akhirnya tak lagi kelihatan yeoja-yeoja itu.
“haahh, hampir saja, kenapa setiap pulang sekolah selalu seperti ini, mereka selalu mengejarku !” katanya, shi yang disampingnya hanya diam.
“hyya, kau tampak aneh, mworego isseoyo shican?” tanya rul.
Shi diam , tak lama kemudian dia memberikan sebuah amplop merah hati pada rul.
“ngg? Apa ini ?” tanya rul bingung.
“baca saja tulisan didepannya !” jawab shi singkat.
“hmm , ne ne, Im Noo Mee, to Yesung Oppa” baca rul dengan keras. “I.ii..iini?”
“ya seseorang menitipkannya padaku.” cetus shican.
“lalu kenapa kau menerimanya? Bukankah kau selalu menolak surat yang dititipkan padamu dan akan menyuruh mereka memberikannya sendiri?” tanya rul panjang lebar.
“iya tapi eonni___”
“kenapa? Dia mengancammu?” tanya rul.
Shi menggeleng, “dia bilang ingin menjadi temanku, jadi..aku..”
Rul menatap shi yang tertunduk sedih , “ne..ne..ara..sudahlah biarkan saja.”
Shi mengangguk, ”dengar, aku juga sepertimu, lihat ini !” sambil menunjukkan amplop warna merah muda.
“kok?” sahut shican. “saat istirahat tadi ada seorang yeoja menolongku, lalu memberikan ini padaku, hah apa boleh buat, aku tak bisa menolaknya.” jelas rul, “dan lagi, seorang yeoja, kakak kelas kita memaksa untuk datang ke rumah nanti malam.
“jinjjayo?” tanya shi kaget.
“ne, sepertinya untuk hari kedepan akan menjadi hari yang sibuk dengan kita berdua.”
Tiba-tiba saja teriak seorang namja memanggil mereka.
“ahh, itu mereka!” teriak namja itu.
“hyaa, shican, kau lama sekali, aku menunggumu sejak tadi,” teriak kyu sambil mendekati shi.
Bum pun langsung menggandeng shi, “ada apa dengan kalian berdua? Ada masalah kah?” tanya bum.
Rul menunjuk yesung, “oppa!” katanya kesal, lalu memberikan sebuah amplop. “ini untukmu!”.
Shi ikut mendekati yesung, “ini juga.” katanya sambil menyerahkan amplop juga.
“apa ini?” tanya yesung bingung.
Rul cemberut , “apa ini? Tentu saja itu surat cinta untukmu.” kata rul kesal.
“lalu kenapa kalian marah?” tanya yesung polos.
“hyaa, oppa, kau tau, setiap istirahat dan pulang sekolah aku dan shi slalu diburu, kami benar-benar tak punya waktu bersantai. Lalu dengan adanya surat itu, berarti mereka tidak akan bisa lepas memburu kami sebelum membantu mereka mendapatkanmu.” jawab rul panjang lebar.
Yesung tersenyum, “hanya itu?”
“kau tidak mengerti oppa?” tanya shi ikutan kesal. “yg ingin mendapatkanmu itu banyak sekali, kami tidak mungkin membantu semuanya, kalau kami membantu sebagian, yang lain pasti akan memusuhi kami.” lanjutnya.
Yesung diam, kyu, bum dan hae saling pandang. Ternyata wanita itu sulit dimengerti, pikir hae, bum dan kyu. Lalu tak lama kemudian yesung memeluk kedua yeodongsangnya itu.
“mianhae saengie,” katanya.
Rul dan shi hanya diam di pelukan yeppa.
“mianhae,” bisik yeppa lagi, “kalau begitu apa yang harus aku lakukan?” lanjutnya.
“oppa, bukan maksudku membuatmu merasa bersalah, hanya saja aku harap kau mau angkat bicara dengan mereka, sehingga mereka tidak canggung untuk mendekatimu,” kata rul.
“ne, maksudku mungkin lebih baik mereka mendapatkan jawaban langsung darimu,” lanjut shi.
Yesung tersenyum lalu melepas pelukannya, “ne, arasseo minah saengie,” katanya, “aku akan mencobanya besok, maaf membuat kalian bingung.”
“anniyo oppa, goenchana” sahut rul.
“nah, kalau begitu ayo kita mampir sebentar di gongwon, aku akan mentraktir kalian eskrim.” ajak yesung kepada saengienya.
“jinjjayo ?” kata rul dan shi.
“ne,” jawab yesung.
Rul dan shi bersorak gembira, “gomawo yeppa.”
“hyaa hyung, kau akan mentraktir kami juga kan?” kata hae tiba-tiba.
Yesung menatap hae, kyu dan bum dengan tatapan cuek, “ah, anniyo, kalian beli saja sendiri.” katanya sambil menggandeng rul dan shi pergi.
Kyu cemberut, “hyaa hyung, kau tidak boleh begitu, itu tidak adil namanya!” teriak mereka.
Yesung, rul dan shi tetap berlalu meninggalkan mereka, “terserah kalian saja.” jawab yesung singkat.
******
Malam harinya, noo berjalan mondar-mandir didepan pintu kamarnya,
“ah, kira-kira bagaimana ya reaksi yeppa ketika membaca suratku?” tanyanya cemas.
Kemudian ia menjatuhkan dirinya di atas bed sambil berimajinasi tentang yeppa.
“mungkinkah dia ingin bertemu denganku setelah ini, ahhh penasaran sekali aku.” katanya sambil menutup mukanya dengan bantal tidur. Tiba-tiba dia berdiri, “baiklah, aku akan pergi.”
******
“tidak kusangka.” Gumam yun, “ternyata memberikan surat pada yeppa itu gampang sekali, kukira rulnia akan menolaknya, ahh beruntung sekali aku,” katanya sambil memeluk erat-erat boneka beruang miliknya. “ku dengar rul dan shi menolak semua surat cinta untuk yeppa yg dititipkan pada mereka. Ahh mungkinkah aku orang pertama yang memberi surat itu?” gumam yun lagi.
Sedetik kemudian dia memakai jaketnya, “aku sudah tak sabar lagi.” katanya lalu berjalan menuju pintu kamar.
******
Rul dan shi sedang menyiapkan makan malam didapur sementara kyu, hae, bum dan yes sedang bercerita diruang tamu sambil menunggu hidangan.
“andai saja yeoja-yeoja itu tau kalu oppa yang mereka sukai itu punya banyak kelainan dan aneh,” kata hae. Kyu tertawa, “betul hyung! Yes hyung itu aneh dan konyol.” Bum pun ikut tertawa mendengar itu.
“hae, kyu, kalian tau ini?” kata yes sambil mengangkat kepalan tangannya.
“hyaa, kabur!!!” teriak hae dan kyu yang lalu dikejar yes.
Ting tong . bel rumah mereka berbunyi.
“oppa, kau bisa bukakan pintu ?” teriak rul didapur.
“ne” teriak hae, “sudahlah hyung, jangan seperti anak kecil,” kata hae yang langsung berhenti berlari.
“MWO?” kata yes kesal dan tak percaya dengan ucapan hae.
Kyu dan hae tersenyum geli. “ada tamu tuh, buka pintunya.” kata bum dengan kalemnya.
“ne”, hae, kyu dan yes membuka pintu. Seorang yeoja berdiri ddidepan pintu mereka. Hae, kyu dan yes saling mnatap satu sama lain.
“nugu?” kata kyu ragu-ragu.
“annyeong,” sapa yeoja itu sambil membungkukkan badan.
“ahh, kau pasti temannya rulnia,” kata hae.
Yeoja itu tersenyum, “ne, jeoneun baek jun wea imnida”.
“hyaa, rul-ssi, ada temanmu.” teriak kyu.
“mwo yo?” teriak rul didapur. Lalu dia pun menghampiri kyu dan melihat siapa yang datang.
“ahh eonni_”. wea tersenyum “annyeong rul ssi.”
Rul bingung, “ah, ne ne silahkan masuk.” ajak rul. “aku sedang menyiapkan makan malam, jadi tunggu disini saja ya.” kata rul sambil mempersilahkan wea duduk.
“ne,” kata wea.
Rul tersenyum dan kembali kedapur di ikuti yes, bum dan hae, sedangkan kyu menemani wea di ruang tamu.
“siapa itu? Aku tak pernah tau temanmu yg itu.” kata hae.
“hyaa oppa, aku lupa cerita, sebenarnya dia salah satu yeoja yg mengejar yeppa.” jawab rul.
“mwo? Aku? Kenapa kau ajak dia kemari?” tanya yes.
“aku tidak mengajaknya, dia pergi sebelum aku mengatakan apapun.” jelas rul.
“aigyoo,” kata yes. “sulit sekali.”
“sudahlah hyung, jangan dipikirkan, bersikaplah seperti biasa.” kata bum menenangkan.
******
“junwea eonni ?” bisik yun yg ternyata sedang sembunyi dipepohonan didekat rumah rul dan shi, “dia bertindak lebih jauh, aigyo, gawat !” kata yun sambil mengigit bibirnya.
“kalau dia bisa masuk, aku juga bisa masuk ke tempat itu.” katanya lalu kemudian dia berjalan mendekati rumah rul dan shi.
“eonni!” panggil seseorang. Yun menoleh, dia melihat noo tak jauh dari tempatnya. “sedang apa kau disini?” tanya noo.
“kau sendiri sedang apa?” kata yun berbalik bertanya.
Noo kegelagapan, “aku, aku mau kerumah temanku.”
“jinjjayo?” kata yun. “ne, kau sendiri sedang apa berdiri didepan rumah yeppa?”
Yun tersentak, “ah, anniyo, aku juga ingin keruma temanku.”
“geuraeyo?” sahut noo. “ne,” kata yun.
Suasana hening sejenak.
“yasudah, pergi lah.” Kata noo.
“kenapa tidak kau saja yang pergi duluan?”, noo terdiam. “kau mau kerumah yeppa kan?” kata yun. Noo cemberut, “lalu kenapa, eonni juga mau kerumah yeppa kan?”
Noo dan yun saling pandang.
******
Yes tersenyum, “gomawo bum ah.” Katanya.
“btw hyung, yeoja itu cukup manis,” bisik hae.
Rul mendelik, “tentu saja kau yg paling manis untukku rulhae, saranghae.” kata hae cepat.
“sudahlah oppa, jangan berkumpul disini, kami sedang memasak.” kata shi.
“ne ne, baiklah.” kata hae dan yes.
Bum memperhatikan shi yg memasak, “akan tiba saatnya aku melihatmu memasak hanya untuk kita berdua.” kata bum.
Hae dan yes yg mendengar itu langsung menarik bum dengan paksa untuk menjauh dari dapur. Rul dan shi tertawa geli.
Diruangtamu.
Hae, yes dan bum menghampiri kyu dan wea.
“ah, annyeong.” Sapa wea sekali lagi dengan malu-malu.
“ne ne, oh iya kami belum memperkenalkan diri__” kata bum.
“anniyo oppa, aku sudah tau, kibum, donghae dan ___” wea menatap yes tepat dimatanya, “yesung oppa.”
“hyaa, kenapa kau malu-malu ketika menyebut nama yes hyung?” kata kyu. Kau menyukainya ya?”
Wea tersentak. Tiba-tiba bel mereka berbunyi lagi.
Ting tong ting tong.
“siapa lagi itu?” kata hae.
Bum segera membuka pintu,
“annyeong”, sapa dua orang yeoja didepan pintu. Bum mengerutkankan keningnya.
“ah, aku ingin bertemu rul-ssi”, “sunbae, shican isseoyo?”kata mereka berdua bergantian.
“oh,” kata bum, “ne, ne silahkan masuk.”
“gamsahamnida,” kata kedua yeoja itu lalu bum mempersilahkan mereka masuk duduk di ruang tamu.
“yun ri? Noo mee?” kata wea bingung ketika melihat mereka yang datang, “ada apa kalian kemari?”
“eonni sendiri, ada apa?” tanya yun. Wea terdiam.
“wah, rumah kita ramai,” kata hae, “oh ya, siapa nama kalian?”
“park yun ri imnida,” “im noo mee imnida” jawab mereka bergantian, “bangapseumnida.”
“kalian bertiga sudah makan malam?” tanya yes ramah.
Noo, yun dan wea tersipu malu, “belum oppa!”
“hyaa, hyung mereka memanggilmu oppa! Jangan-jangan mereka menyukaimu.” kata kyu tertawa. Hae ikut tertawa, “wanita itu polos sekali.” bisiknya.
Wae, noo, dan yun salah tingkah, mereka menunduk dan terus diam.
“sudahlah kyu, hae,” kata yes sambil memukul mereka dengan tabloid. Lalu menoleh kearah mereka bertiga, “kalau begitu kalian makan malam disini saja,” kata yes lalu tersenyum.
Noo, yun dan wea terpaku melihat senyuman yesung, seperti yang mereka ketahui sendiri bahwa yesung adalah orang yang cuek, tapi sekarang sedang tersenyum, itu merupakan keberuntungan baru untuk mereka.
“baiklah, aku akan memberitahukannya pada rul dan shi, tunggu sebentar.” kata yes tanpa menunggu jawaban ketiga yeoja itu, lalu dia pergi menuju dapur.
Sepeninggalnya yesung, kyu dan hae langsung beraksi, “katakan, apa yang membuat kalian begitu menyukai hyung?” tanya hae.
“anniyo ah sunbae,” sahut wea. “ne, kami ingin bertemu dengan rul dan shi,” lanjut yun.
Hae tersenyum, “ah, wajah kalian mengatakan kalau kalian kesini karena hyung.” Hae dan kyu langsung tertawa.
“kalian berani sekali,” kata bum yang sedari tadi diam. Noo , yun, wea, hae dan kyu menatapnya. “maksudmu?” tanya hae bingung. “mereka cukup berani untuk datang kemari,” kata bum mengulangi ucapannya.
Hae dan kyu mengerutkan keningnya. Bum tersenyum penuh makna kearah noo, yun dan wea. Ketiga yeoja itu tersentak, saling pandang dan lalu menunduk dalam.
“ada apa si?” bisik hae ke kyu.
“hyaa makanan sudah siap,” teriak rul dan shi sambil meletakkan makanannya diatas meja makan.
Semuanya segera berkumpul dimeja makan. Noo, wea dan yun ikut duduk disana dengan ragu-ragu.
“hyaa, tak perlu sungkan, duduklah, kami sudah masak lebih hari ini, jadi kalian harus ikut makan,” kata rul ramah.
“ne,” jawab yeoja-yeoja itu.
Mereka pun makan bersama-sama. Selama itu ketiga yeoja tersebut tak banyak bicara, mereka hanya memperhatikan suasana dirumah itu.
“hyaa, ada lima yeoja dan empat namja disini, kebetulan sekali, kita bisa membuat pasangan,” kata kyu semangat disela-sela makannya.
“ha, iya iya, pasangan ya? Karena ada lima yeoja, satu namja diantara kita punya dua yeoja,” celetuk hae.
“bagus, siapa namja itu?” tanya kyu.
“kita berikan saja pada yes hyung, karena dia yang paling tua, mukanya tentu muka tua,” kata hae.
“ya, hyung, dia pasti sulit mendapatkan yeoja.”
Noo, wea, dan yun tersedak, mereka langsung meneguk air minuman mereka.
“hyaa, kalian berisik sekali!” kata yes sambil memukul kyu dan hae, “berhentilah .”
“kenapa hyung, ini kan menyenangkan,” kata hae dan kyu sambil tertawa.
Rul dan shi menggelengkan kepala memaklumi tingkah oppa-oppa mereka.
“dimulai darimu kyu, kau pilih siapa?” tanya hae.
Kyu menopang dagunya, melihat kelima yeoja secara bergantian, “yak, aku pilih shican!”
“andwae ! shican milikku.” kata bum keras.
“hyaa, hyung ini kan cuma permainan,” kata kyu.
“anniyo, aku pilih shican,” jawab bum.
Kemudian dia dan kyu terus beradu dengan pertanyaan dan jawaban yang sama.
Hae tertawa, “biarkan saja mereka, kalau kau hyung, pilih siapa?” tanya hae ke yes.
“aku milih dua yeoja kan?” tanya yes. “ne,” jawab hae.
Yes melihat yeoja-yeoja didepannya. Wajah noo, wae dan yun merona merah. Cukup lama dia memperhatikan yeoja-yeoja yg ingin dipilihnya. Yes tersenyum licik.
“baiklah, aku pilih rul dan shi!” katanya lalu mengambil potongan apel dan menyuapi mereka berdua.
“hyaa, hyung, kau tidak boleh begitu.” teriak bum, hae dan kyu dengan kesal.
Yes, rul dan shi hanya tertawa. Sedangkan ketiga yeoja itu menatap kejadian itu dengan bimbang. Makan malam yang rusuh pun berakhir, karena rul dan shi sudah memasak, maka yes, bum, hae dan kyu bertugas membereskan meja makan dan mencuci piring. Sedangkan rul, shi, noo, wea dan yun berkumpul dikamar rul.
“sebenarnya, apa tujuan kalian kemari, kurasa bukan untuk menemuiku dan shican,” kata rul membuka pembicaraan. “untuk menemui yeppa? tenang saja, kami memaklumi itu.” kata shi.
“yahh, sebenarnya aku ingin dekat dengan yeppa, makanya aku datang kemari,” kata wea. “kalau aku, ingin tau bagaimana reaksi yeppa setelah membaca surat dariku,” kata yun. “hyaa, kau memberikan surat juga?” kata noo. “lalu kenapa, kau memberi surat juga kan?” tandas yus. “kalian memberikan surat? Benar-benar__”
“hyaa, eonni ah, kau bertindak lebih jauh dari kami. Kau bahkan datang langsung kerumah yeppa,” kata yun dan noo.
“tapi sekarang kita bertiga dirumah yeppa kan, dimana letak masalahnya?” kata wea.
“sudahlah, jangan bertengkar,” kata shi lirih.
“aku ingin sekali berada didekat yeppa, aku ingin akrab dengannya,” kata wea.
“ne, aku benar-benar menyukainya,” kata noo.
“aku ingin merasakan tertawa dan bercanda bersamanya,” kata yun.
“ne, arayo,” kata rul , “kenapa kalian tidak mendekatinya secara langsung?”
“tidak mungkin,” kata yun.
“kenapa tidak mungkin?” tanya shi.
“yeppa orang yang cuek dan acuh tak acuh, dia misterius, aku takut mendekatinya,” jawab yun.
“ah, anniyo, yeppa orang yang baik sekali, dia juga ramah dan lucu,” shi melanjutkan.
“itu hanya didiepanmu, dia berbeda jika bersama orang lain.” kata noo.
Rul dan shi saling pandang, “itu karena kalian belum mengenalnya saja kok,” kata rul menjelaskan.
“iya, lebih baik kalian mendekatinya saja secara langsung,” lanjut shi.
“ne, kami juga berpikir begitu,” jawab wea.
“bantu lah shican, rulnia, kami ingin dekat dengan yeppa,” kata yun.
Rul dan shi bingung dan heran, “ahh, begini saja, kalian berbincang-bincang saja dengan yeppa malam ini,” saran rul.
“ide bagus eonni, ayo kita temui dia, mungkin dia sudah selesai cuci piring,” kata shi.
Ternyata yes, kyu, bum dan hae sudah menyelesaikan tugas mereka, kini mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing. Kyu dan bum asik main game computer, sedangkan hae menonton tv dan yes membaca majalah.
“oppa,” sapa rul dan shi yang lalu duduk disamping yeppaa.
“ne, saengie,” jawab yes sambil menutup majalahnya.
Ketiga yeoja itu ikut duduk didepan yesung dengan malu-malu.
“kau tau, tiba-tiba saja aku ingin makan yakiniku besok,” kata shi.
“aku ingin membeli ramen, ramen kita habis,” sahut rul.
“lalu?” tanya yes dengan muka polos.
“kami akan pergi untuk membelinya,” kata rul, “tolong temani teman-temanku.”
Yes menatap rul dan shi bingung, “ne, baiklah.”
Rul dan shi tersenyum senang, “jangan pulang terlalu malam,” pesan yes.
“ne oppa,” jawab rul dan shi.
Rul dan shi bangkit dari duduknya dan menghampiri hae, bum dan kyu.
“ayo, oppa temani aku belanja,” kata rul sambil menarik hae yang terus menonton tv.
“ayo oppa, ayo,” kata shi sambil menarik kyu dan bum yang tak mau lepas dari game mereka.
“hati-hati saeng,” kata yes.
“ne,” jawab mereka.
Rul, shi, bum, hae, dan kyu pun pergi meninggalkan yes dan ketiga yeoja itu.
to be continue .....
tunggu part 4 nya ya chingu ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar